Monday, May 31, 2010

Go To Mount Bromo

Sekapur Sirih
Udah lama sih pengen ke Gunung Bromo ...
Yah tapi selalu terhalang ini dan itu (Mod & Uang) Hkhkhk Maklum anak kosan.
Ech hari sabtu pagi kemarin (29-05-2010) tiba-tiba rasa puengen ke Bromonya udah tidak terbendung lagi.
Kagak nahan pokonya, akhirnya ku putuskan untuk menghubungin "Someone"(Jiaaaah) disana.
Karena mendapatkan signal lampu hijau, aku langsung prepare ...
Tentang Bromo
Gunung bromo merupakan gunung berapi yang masih aktif dan paling terkenal sebagai obyek wisata di Jawa Timur. Sebagai sebuah obyek wisata, Gunung Bromo menjadi menarik karena statusnya sebagai gunung berapi yang masih aktif.
Bromo mempunyai ketinggian 2.392 meter di atas permukaan laut itu berada dalam empat wilayah, yakni Kabupaten Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, dan Kabupaten Malang. Bentuk tubuh Gunung Bromo bertautan antara lembah dan ngarai dengan kaldera atau lautan pasir seluas sekitar 10 kilometer persegi.
Gunung Bromo mempunyai sebuah kawah dengan garis tengah ± 800 meter (utara-selatan) dan ± 600 meter (timur-barat). Sedangkan daerah bahayanya berupa lingkaran dengan jari-jari 4 km dari pusat kawah Bromo.
Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_Bromo



Transportasi
Berhubung aku ngekos di PBI Arjosari Malang, rute menuju gunung Bromo diawali dengan naik bus dr Terminal Arjosari. Waktu itu aku naik Bus LADJU/AKAS ya? agak lupa Hohoho, ya itulah pokoknya. Bus ini menuju Kab. Probolinggo, tarif nya 12.000. di Probolinggo kita turun di Terminal kota Probolinggo. 
Berhubung aku ada "Someone" disana selanjutnya aku dijemput & menuju Bromo dengan sepeda motor (:-p).
Buat temen-temen yang turing dan tidak membawa kendaraan pribadi, bisa naik Travel (Tapi aku kurang tau biayanya berapa). Perjalanan dr kota Probolinggo ke Bromo bisa ditempuh atara 45 menit sampai 1 jam. Setelah naik travel temen-temen akan sampai di pintu masuk kawasan Gunung Bromo, dari pintu masuk menuju kawasan utama masih perlu naik Jip atau ojek yg biayanya sekitar 5.000 per orang. Untuk yang mau menginap ada banyak penginapan juga kok disana, bahkan banyak rumah-rumah penduduk yang disewakan buat penginapan.
Ada apa aja di Bromo??
Yang jelas disana kita bisa menikmati  panorama pegunungan yang sejuk ... (Panas kalo kesiangan :-p).
Bisa melihat kawah secara langsung, walaupun hanya asapnya saja.
Hamparan pasir yang luas ...
Ada juga sarana transportasi kuda ...
Dll ...
Beberapa Kenangan : 


Siluet di pagi hari ...
Dari tempat parkir menuju kawah gunung, lumayan jauh & menguras tenaga.Ni melewati semacam padang pasir gitu, sebelah kiri depan ada Pure tempat sembahyang masyarakat hindu disana.
Mendaki Gunung ... Hiks hiks, Perjalanan menuju kawah
Istirahat sejenak ... sambil beli bunga-bunga khas Bromo.
Pintar-pintar menawar bunga, setiap penjual memiliki harga berbeda-beda.
Bunga yg sama harganya bisa beda sampai 5.000-7.000.
Dan saya tertipu :-p
Tangga menuju puncak, yg membuat adrenaliq berpacu kencang ... Takut!!!!

Stress ... Pucat saat sdh dipuncak 
Takut ketinggian ..... Huaaaaaaaaaaaaaaaaaa
The point perjalanan ke Bromo sebenernya menyenangkan sekali ... Yang buat sedikit ketidak enakan adalah diriku sendiri (Takut,Emosi) dan sikap-sikap gak penting lainnya ... Enjoy your tip.

Wednesday, May 19, 2010

Masa kecil Di Daerah Transmigrasi

Ada rasa yang tak biasa pagi ini, ada rasa "dejavu" saat melihat 2 poto diatas.
Tapi itu bukan "dejavu" ... 12 tahun yang lalu aku pernah ditempat itu.
Di tempat yg serupa dengan 2 poto diatas, masa kecil yang tiba-tiba menyapa dalam diamku.
Aku masih kelas 3 SD, ketika orangtua ku memutuskan untuk mengikuti program "Transmigrasi".
Sampailah aku di daerah "Manunggal Jaya" kec.Talisayan Berau Kaltim.
Daerah pelosok yang sangat jarang dikenal secara luas di neraga ini ( ^ ~ ^ ), jangankan di negara ini di kaltim pun banyak yg belum mengenalnya.
Disana aku menyelesaikan pendidikan dasar, menghabiskan waktu bermain bersama teman-teman kecilku.
Mengaji tiap jam setengah 2 siang, main volley setiap jam 4 sore, nonton tv besama orang sekampung ketika malam hari ... Heeem masa-masa yang menyenangkan kala itu, tapi mengingatnya sekarang membuat sedikit miris. Miris karena adanya kesenjagan, kesenjangan disegala hal baik itu pendidikan, hiburan, fasilitas umum, informasi, teknologi dan bla bla bla ...!!!
Dan sekarang ingin sekali rasanya mengetuk hati ini untuk kembali kesana (Bisa ngak ya?) ...
Melakukan sesuatu, sekecil apapun ...
Misalnya dengan membuka wawasan mereka(anak-anak) tentang dunia luar yg sudah ku rasakan.
Bahwa dunia masih luas sekali, masih banyak yang belum mereka dan aku lihat atau rasakan ...
Dunia tidak hanya di "Manunggal Jaya" kec.Talisayan Berau Kaltim.

Friday, February 12, 2010

Input Data(X,Y) Hasil Digitasi GPS Ke ArcView

Mau ngerjain PA masih sering mentok, kadang moodnya baik kadang-kadang jadi buruk. Dari pada diem saja saya memutuskan untuk melanjutkan  menulis tentang Peta & ArcView.

Apabila kita melakukan survei lapangan pada suatu lokasi tertentu menggunakan GPS (Global Position System) untuk mencatat koordinat lokasi tersebut, maka kita dapat memetakan data tersebut pada ArcView.
Berikut saya tampilkan satu contoh pendataan objek-objek perkebunan di Kab.Blitar. Pada pendataan tersebut dicatat, komoditas perkebunan, nama dan alamat perkebunan, serta koordinat geografis perkebunan dengan GPS. Salah satu tujuan dari survei ini adalah untuk pemetaan perkebunan Kab Blitar yang kebetulan saya gunakan untuk Proyek Akhir/Skripsi.
Agar data hasil digitasi menggunakan GPS dapat di input ke perangkat lunak ArcView ikutilah prosedur di bawah ini :
1.    Konversi data koordinat hasil GPS menggunakan perangkat “GEOUTM”
 
Dari data diatas yang perlu dikonversi adalah koordinat S & E.
Langkah konversi dengan tools “GEOUTM”:
a.    Tulis kembali koordinat S & E pada notepad(Editor) dengan format sebagai berikut :
 
a.    Simpan notepad dengan nama yang mudah anda ingat (contoh “p.txt”) pada direktori misalnya D:\, hal ini agar memudahkan anda sewaktu proses konversi
b.    Jalankan tools TransPro -> “GEOUTM” -> Internasional 1909->Pemilihan Titik(Selatan Timur)-> File, Lalu input Seperti Dibawah ini
                    Direktori    :D:\
                    File Input   :p.txt
                    File Output  :p1.txt
Jika proses konversi sukses maka anda akan mendapatkan file “pp.txt” pada direktori D:\, koordinat hasil konversi inilah yang nantinya akan diinput pada ArcView. Contoh data hasil konversi 

  Dari file diatas maka Koordinat UTM Easting akan menjadi titik X, dan Koordinat UTM  Northing akan menjadi titik Y. Proses konversi pada tools “GEOUTM” selesai.
2.    Menyiapkan data dengan tools M-Office Excel(2007)
     Perlu dilakukan proses prepare data pada tools M-Office Excel(2007), hal ini agar proses  input data ke tabel ArcView menjadi lebih mudah.
a.    Siapkan data yang telah terkumpul , lalu buat seperti berikut:

b.    Simpan data perkebunan diatas dengan format “Text(Tab delimited)” atau .dbf, beri nama misalnya “Perkebunan”.
3.    Input tabel perkebunan pada tools ArcView
Langkah-langkah:
a.    Buka ArcView Gis3.3 : File->New Project
b.    Klik Tables->Add
Akan muncul windows “Add table” pada “list Files of Type:” Pilih “Delimited Text(*.txt)”, lalu pilih direktori tempat anda menyimpan file “Perkebunan.txt” yg tadi dibuat dan klik “OK”.
 
c.    Maka akan tampil tabel sebagai berikut :

d.    Langkah selanjutnya, buat satu View untuk menampilkan data tersebut.
Klik Views-> New, Tampil Windows “View1”
 
e.    Pada poisi View1 sedang aktif, klik menu View - Add Event Theme. Isikan nama tabel yang akan dipetakan dan tentukan pula field mana yang mengandung informasi koordinat X dan Y.
 
f.    Klik “OK”, data spasial yang dibuatkan oleh ArcView adalah data tipe titik. Di bawah ini disajikan sebaran titik objek perkebunan tersebut sesuai dengan koordinatnya.

g.    Kita dapat menggabungkan data tersebut dengan data ArcView yang lain, contohnya dengan peta yang saya buat di tutorial sebelumnya(Add Themes): 


h.    Agar layer kebunq.txt diatas dapat digunakan dalam lingkungan ESRI maka kita dapat mengkonversinya menjadi file .shp, klik layer “kebunq.txt” -> Open Theme Table , Pilih semua data yang pada tabel tekan “Shift” lalu klik tiap data. Minimaze table
i.    Klik Theme->Convert to Shapefile, Muncul dialog dimana file akan disimpan klik “OK” :

k.    Klik “Yes” pada dialog berikut “Convert to Shapefile”
j.    File kebunq.shp telah berhasil dibuat, dan siap untuk diedit/explore lebih jauh
Sumber :
      -  Teman-teman GISER 06(Laras,Dedy)
-       Proses coba2 penulis :-p

SMS Lucu Dari Teman Lama ...

Waktu Sd (Di Pedalaman Kal-Tim Gan ...) aku punya temen, yang yach agak nyebelin se. Biasalah anak2 kadang kan suka ada yang bandel, e e e m m m suka ngejek dan sebagainya, tapi dia punya selera humor gtu dech. Saking lamanya tak bersua, ambo jadi lupa ma tuk anak. Sampai dia smsin aku hari ini, dengan menyebutkan identitas diri dsb baru lah memoriku tentangnya samar-samar terbuka.
Salah satu isi smsnya ke aku hari ini ... beg beg beg begini :
 
 
 
PRIMBON JOWO
NATE KONDO ....
Lek Ndunyo ki wes ciloko, contone...
Akeh prawan dadi RONDO...
Akeh RONDO...
Lahirne POTRO
Akeh PUTRO sing wani karo WONG TUO...
Nok Masjid ra tau di SOBO nek di jak IBADAH mesti semoyo
Seng meneng berarti RUMONGSO seng Nguyu berarti KULINO ...?
Wis ndang TOBATO mumpung durung ditumpakne KERETO JOWO
Sing Rodane rupo menungso 
Yen Nyemplung NEROKO jo LALI hp ne diGOWO
SuPOYO iso kabari KONCO2 ....

Just Selingan aja ...
Moga bisa membuat sedikit tersenyum yang membaca ...
Eits2 kalo yang mau ngamuk, ditahan ya?
Ni kan cuma Joks ...Okeh!!!

Tuesday, February 9, 2010

Edit peta poligon(shp file) dengan ArcView Gis 3.3

Buat teman-teman yang lagi belajar pemetaan, entah buat tugas kuliah, kantor ataupun skripsi & proyek akhir, aku mau berbagi cara edit peta poligon(shp file) dengan ArcView Gis 3.3.
Edit peta poligon(shp file) dengan ArcView Gis 3.3 dilakukan ketika teman-teman hanya membutuhkan poligon daerah tertentu dari suatu peta, syaratnya shp file harus berbentuk poligon bukan polyline atau lainnya.
Saya asumsikan bahwa teman-teman yang membaca tutorial ini telah memiliki dasar pengetahuan mengenai penggunaan  ArcView Gis 3.3.
Langkah-langkah editing :
1.    Masuk ke ArcView Gis 3.3: Start->All Program ->ESRI->ArcView Gis 3.3-> ArcView Gis 3.3 
 
2.    Klik “Yes” untuk memilih data yang hendak di edit 
 
3.  Pilih data yang hendak di edit dari media penyimpan anda, lalu klik “OK”
 
4.   Pada contoh saya menggunakan peta kabupaten Blitar, dari keselurah kecamatan nantinya kita hanya akan menggunakan 5 kecamatan.
 
5.    Untuk proses editing klik Theme->Start Editing.
Setelah mode Editing berjalan double klik layer Kecamatan.shp lalu pilih menu “Selected Feature” (Ditunjukkan oleh panah).
 
6.    Karena kita hanya akan menyisakan 5 kecamatan yg dibutuhkan maka “Delete” poligon kecamatan yg tidak dibutuhkan, caranya dengan klik poligon yg tidak dibutuhkan lalu klik tombol “Delete” pada keyboard anda. 
 
7.    Lakukan pada semua poligon, sampai didapatkan 5 kecamatan yg diinginkan. Contoh saya menyisakan 5 poligon seperti berikut :
 
8.    Agar setiap poligon dari 5 kecamatan di atas memiliki warna yang berbeda, double klik pada layer -> tampil windows Legend Editor (Ubah legend Type=Unique Value dan Values Field=Kecamatan) -> double klik pada tiap Symbol, pilih warna sesuai keinginan pada windows “Color”.
 
9.    Setelah semua proses dilakukan, klik Theme->Stop Editing
 
10.    Save pada media penyimpan anda, untuk lebih aman lakukan “Save As project” hal ini dilakukan agar data-data anda yang lama tidak terreplace.
 
11.    Berikut hasil dari latihan kita.
 
Spesial thanks to Laras yang uda sabar membantuku ... jangan bosen-bosen ya ras. Supaya blog ku ini slalu terupdate dengan ilmu Gis baru, Amin.